Sabtu, 22 Maret 2014

TUGAS 1 - AKUNTANSI INTERNASIONAL

NAMA   : SUTIANI NOVITA
NPM      : 26210764
KELAS  : 4EB17

Sejarah akuntansi dan pembagian akuntansi

Sejarah Akuntansi
                Perkembangan Akuntansi dari Sistem Pembukuan Berpasangan Pada awalnya, pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit kayu, dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 sebelum masehi. Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno. 
                Pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka- angka desimal arab dan semakin berkembangnya dunia usaha pada waktu itu.Perkembangan akuntansi terjadi bersamaan dengan ditemukannya sistem pembukuan berpasangan (double entry system) oleh pedagang- pedagang Venesia yang merupakan kota dagang yang terkenal di Italia pada masa itu. 
                Dengan dikenalnya sistem pembukuan berpasangan tersebut, pada tahun 1494 telah diterbitkan sebuah buku tentang pelajaran penbukuan berpasangan yang ditulis oleh seorang pemuka agama dan ahli matematika bernama Luca Paciolo dengan judul Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita yang berisi tentang palajaran ilmu pasti. Namun, di dalam buku itu terdapat beberapa bagian yang berisi palajaran pembukuan untuk para pengusaha. Bagian yang berisi pelajaranpe mbukuan itu berjudul Tractatus de Computis et Scriptorio. Buku tersebut kemudian tersebar di Eropa Barat dan selanjutnya dikembangkan oleh para pengarang berikutnya. 
                Sistem pembukuan berpasangan tersebut selanjutnya berkembang dengan sistemyang menyebut asal negaranya, misalnya sistem Belanda, sistem Inggris, dan sistem Amerika Serikat. Sistem Belanda atau tata buku disebut juga sistem Kontinental. Sistem Inggris dan Amerika Serikat disebut Sistem Anglo- Saxon2. Perkembangan Akuntansi dari Sistem Kontinental ke Anglo- Saxon Pada abad pertengahan, pusat perdagangan pindah dari Venesia ke Eropa Barat. Eropa Barat, terutama Inggris menjadi pusat perdagangan pada masa revolusi industri. Pada waktu itu pula akuntansi mulai berkembang dengan pesat.
                Pada akhir abad ke-19, sistem pembukuan berpasangan berkembang di Amerika Serikat yang disebut accounting (akuntansi). Sejalan dengan perkembangan teknologi di negara itu, sekitar pertengahan abad ke-20 telah dipergunakan komputer untuk pengolahan data akuntansi sehingga praktik pembukuan berpasangan dapat diselesaikan dengan lebih baik dan efisien.Pada Zaman penjajahan Belanda, perusahaan- perusahaan di Indonesia menggunakan tata buku. Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari pembukuan berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya, diantaranya teknik pembukuan.
              Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo- Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo- Saxon)

Pembagin Akuntansi

1. Akuntansi manajemen adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak intern organisasi atau manajemen.
2. Akuntansi keuangan adalah cabang akuntansi yang menghasilkan keuangan bagi pihak ekstern seperti investor, kreditor, dan Bapepam.

3. Akuntansi pemerintah adalah cabang akuntansi yang memproses transaksi-transaksi keuangan pemerintah yang menghasilkan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD kepada rakyat melalui lembaga legislatif serta untuk kepentingan pihak-pihak yang terkait.

TUGAS 3 - AKUNTANSI INTERNASIONAL

NAMA  : SUTIANI NOVITA
NPM     : 26210764
KELAS : 4EB17
                                                
                                               BAB 2
PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI

                Sejarah akuntansi dan para akuntan memperlihatkan perubahan secara terus-menerus. Pada awalnya, akuntansi tidak lebih dari sistem pencatatan untuk jasa perbankan tertentu dan skema pemungutan pajak, tetapi sekarang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah perusahaan dagang. Timbulnya perusahaan modern mendorong pelaporan keuangan dan auditing secara periodik.

A. PERKEMBANGAN
                Standar dan praktik akuntansi setiap negara merupakan hasil dari interaksi yang kompleks di antara faktor ekonomi, sejarah, kelembagaan, dan budaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi nasional juga membantu menjelaskan perbedaan akuntansi antar bangsa. Berikut ini 8 faktor yang memiliki pengaruh yang signifikan dalam perkembangan akuntansi :

1. Sumber Pendanaan
                Di negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat (Amerika Serikat dan Inggris) akuntansi memiliki fokus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan risiko terkait. Sebaliknya, dalam sistem berbasis kredit di mana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki fokus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif (Jepang dan Swiss).

2. Sistem Hukum
                Dunia Barat memiliki dua orientasi dasar : hukum kode (sipil) dan hukum umum (kasus). Di negara-negara hukum kode, aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap dan mencakup banyak prosedur. Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kode yang lengkap. Pada kebanyakan negara hukum umum, aturan akuntansi ditetapkan oleh organisasi profesional sektor swasta.

3. Perpajakan
                Dikebanyakan negara peraturan pajak secara efektif menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun untuk keperluan pajak. Laba kena pajak pada dasarnya adalah laba akuntansi keuangan yang disesuaikan terhadap perbedaan-perbedaan dengan hukum pajak. Ketika akuntansi keuangan dan pajak terpisah kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akintansi tertentu. Penilaian persediaan last-in, first-out (Amerika Serikat).

4. Ikatan Politik dan Ekonomi
                Sistem pencatatan Berpasangan (double-entry) yang berawal di Italia pada tahun 1400-an secara perlahan-lahan menyebar luas di Eropa bersamaan dengan gagasan-gagasan pembaruan (renaissance) lainnya. Kolonialisme Inggris mengekspor akuntan dan konsep akuntansi di seluruh wilayah kekuasaan Inggris. Pendudukan Jerman selama Perang Dunia II menyebabkan Prancis menerapkan Plan Comptable. Amerika Serikat memaksa rezim pengatur akuntansi bergaya AS di Jepang setelah berakhirnya Perang Dunia II. Banyak negara-negara berkembang menggunakan sistem akuntansi yang dikembangkan di tempat lain, entah karena dipaksakan kepada negara-negara tersebut (India) atau karena pilihan mereka sendiri (negara-negara Eropa Timur sekarang meniru sistem akuntansi mereka menurut aturan Uni Eropa [EU]).

5. Inflasi
                Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya historis dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu negara untuk menerapkan perubahan harga terhadap akun-akun perusahaan (Israel, Meksiko, dan beberapa negara Amerika Selatan). Pada akhir tahun 1970-an, sehubungan dengan tingkat inflasi yang tidak biasanya tinggi, AS dan Inggris melakukan eksperimen dengan pelaporan pengaruh perubahan harga.

6. Tingkat Perkembangan Ekonomi
                Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalan suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama. Pada gilirannya, jenis transaksi menentukan masalah akuntansi yang dihadapi. Saat ini, banyak perekonomian industri berubah menjadi perekonomian jasa.

7. Tingkat Pendidikan
                Standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit (sophisticated) akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai risiko efek derivatif tidak akan informatif kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten.

8. Budaya
                Disini budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Hofstede menjelaskan empat dimensi budaya nasional (nilai sosial) : (1) individualisme, (2) jarak kekuasaan, (3) penghindaran ketidakpastian, dan (4) maskulinitas.
                Berdasarkan hasil analisis Hofstede, Gray mengusulkan suatu kerangka kerja yang menghubungkan budaya dan akuntansi. Ia mengusulkan empat dimensi nilai akuntansi yang mempengaruhi praktik pelaporan keuangan suatu negara, yaitu :
1. Profesionalisme versus kontrol wajib
         Preferensi terhadap pertimbangan profesional yang independent, dimana lebih banyak penekanan terhadap kebebasan, kepercayaan dalam bermain secara adil dan aturan sedikit mungkin, pertimbangan profesional lebih mudah ditoleransi, lebih mungkin diterima dimasyarakat, terdapat perhatian atas hak yang sama, orang pada berbagai tingkat kekuasaan tidak terlalu merasa terancam, siap untuk mempercayai orang, dan terdapat kepercayaan akan adanya kebutuhan untuk membenarkan penegakan hukum dan aturan.
2. Keseragaman versus fleksibelitas
      Preferensi terhadap keseragaman bersifat konsisten dengan preferensi terhadap penghindaran ketidakpastian yang kuat yang menimbulkan perhatian terhadap hukum, aturan, dan kode etik yang kaku, kebutuhan terhadap aturan dan regulasi tertulis, penghormatan terhadap kesesuaian dan pencarian kebenaran dan nilai yang absolut dan utama, konsisten dengan preferensi terhadap kolektivisme, lebih mudah difasilitasi dalam suatu masyarakat dengan jarak kekuasaan yang besar dimana penetapan hukum dan kode     karakter yang seragam lebih mudah untuk diterima.
3. Konservatisme versus optimisme
            Preferensi terhadap ukuran-ukuran laba yang lebih konservatif merupakan hal yang konsisten dengan penghindaran ketidakpastian yang kuat yang berasal dari perhatian terhadap keamanan dan kebutuhan yang dipersepsikan untuk menangani ketidakpastian peristiwa masa depan.
4. Kerahasiaan versus transparansi.
             Preferensi terhadap kerahasiaan merupakan hal yang konsisten dengan penghindaran ketidakpastian yang timbul dari kebutuhan untuk membatasi pengungkapan informasi dengan maksud untuk menghindari terjadinya konflik dan kompetisi untuk mempertahankan keamanan. Masyarakat dengan jarak kekuasaan yang tinggi akan sangan mungkin berkarakter membatasi informasi untuk mempertahankan ketidakpastian dalam kekuasaan.

B. KLASIFIKASI
                Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara : dengan pertimbangan dan secara empiris. Pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi, dan pengalaman. Sedangkan empiris menggunakan metode statistik untuk mengumpulkan basis data prinsip dan praktik akuntansi seluruh dunia.

Empat Pendekatan terhadap Perkembangan Akuntansi

                Klasifikasi yang diusulkan oleh Mueller (petengahan tahun 1960-an) mengidentifikasi empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi di negara-negara Barat dengan sistem ekonomi berorientasi pasar

1. Berdasarkan pendekatan makroekonomi.
Praktik akuntansi didapat dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Tujuan perusahaan umumnya mengikuti dan bukan memimpin kebijakan nasional, karema perusaan bisnis mengkoordinasikan kegiatan mereka dengan kebijakan nasional. Akuntansi di Swedia berkembang dari pendekatan makroekonomi.

2. Berdasarkan pendekatan mikroekonomi.
Fokusnya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup dengan mempertahankan modal fisik yang dimilik. Akuntansi di Belanda berkembang dari mikroekonomi.

3. Berdasarkan pendekatan independen.
Akuntansi berasal dari praktik bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan. Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis, bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi. Bisnis menghadapi kerumitan dunia nyata dan ketidakpastian melalui pengalaman, praktik, dan intuisi. Akuntansi berkembang secara independen di Inggris dan Amerika Serikat.

4. Berdasarkan pendekatan yang seragam.
Akuntansi distandarisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Pendekatan seragam digunakan di negara-negara dengan keterlibatan pemerintah yang besar. Antara lain digunakan untuk mengukur kinerja, mengalokasikan sumber daya, mengumpulkan pajak, dan mengendalikan harga. Prancis, dengan bagan akuntansi nasional yang seragam, merupakan pendukung utama pendekatan seragam.

Sistem Hukum : Akuntansi Hukum Umum dengan Hukum Kode

                Akuntansi dapat diklasifikasikan sesuai dengan sistem hukum suatu negara. (1) Akuntansi dalam negara hukum memiliki karakter berorientasi terhadap “penyajian wajar”, transparansi dan pengungkapan penuh dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak. Akuntansi dalam hukum umum sering disebut sebagai “Anglo Saxon”, “Inggris-Amerika”, atau “berdasarkan mikro”. Akuntansi hukum umum berawal di Inggris dan kemudian diekspor ke negara-negara seperti Australia, Kanada, Hong Kong, India, Malaysia, Pakistan, dan Amerika Serikat. (2) Akuntansi dalam negara-negara hukum kode memiliki karakteristik berorientasi legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak. Akuntansi hukum kode sering disebut “kontinental”, “legalistik”, atau “seragam secara makro”. Ini ditemukan di kebanyakan negara-negara Eropa Kontinental dan bebaskoloni mereka di Afrika, Asia, dan Amerika.
                Pemberian karakter akuntansi memparalelkan hal yang disebut “pemegang saham” dan “pihak berkepentingan” tata kelola perusahaan dalam negara hukum umum dan hukum kode. Suatu sistem legal dalam hukum umum menekankan hak pemegang saham dan menawarkan perlindungan yang lebih kuat kepada investor daripada sistem hukum kode. Hukum melindungi investor luar dan secara hukum sangat ditegakkan. Perusahaan-perusahaan di negara hukum umum memperoleh modal dalam jumlah yang besar melalui penawaran publik saham kepada sejumlah investor.
                Sebaliknya, kepemilikan perusahaan dalam negara hukum kode cenderung terkonsentrasi di tangan para keluarga, perusahaan lain, dan bank komersial yang besar. Perusahaan memperoleh sebagian besar kebutuhan modalnya dari pemerintah atau melalui pinjaman bank. Utang sebagai sumber pendanaan relatif lebih penting di negara-negara hukum kode.

Sistem Praktik : Akuntansi Penyajian Wajar versus Kepatuhan Hukum

                Banyak perbedaan akuntansi pada tingkat nasional menjadi semakin hilang, alasannya: (1) Banyak perusahaan mencatatkan saham secara internasional menyusun laporan keuangan ganda. Laporan ganda ini sekarang diberlakukan dibeberapa negara hukum kode, termasuk Prancis, Jerman, dan Italia. Laporan keuangan perusahaan secara individual sesuai dengan standar hukum nasional, sedangkan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan standar lain, seperti Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standarts-IFRS), atau prinsip akuntansi yang diterima AS (Generally Accepted Accounting Principles-GAAP). Dengan begitu diperlukan pembedaan antara praktik akuntansi pada tingkat nasional dengan pada tingkat internasional. (2) Beberapa negara hukum kode, secara khusus Jerman dan Jepang, mengalihkan tanggung jawab pembentukan standar akuntansi dari pemerintah kepada kelompok sektor swasta yang profesional dan independen. Perubahan ini membuat proses penetapan standar menjadi mirip dengan proses di negara-negara hukum umum seperti Australia, Kanada, Inggris, dan Amerika Serikat. (3) Pentingnya pasar saham sebagai sumber pendanaan semakin tumbuh diseluruh dunia khususnya di negara-negara yang berorientasi pasar seperti Cina dan Republik Ceko. Modal semakin menjadi global, sehingga menimbulkan tekanan akan adanya standar dunia tentang pelaporan perusahaan.


                Pembebanan antara penyajian wajar dan kesesuaian hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi, seperti: (1) depresiasi, dimana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi (penyajian wajar) atau jumalah yang diperbolehkan untuk tujuan pajak (kepatuhan hukum); (2) sewa guna usaha yang memiliki substansi pembelian aktiva tetap (proprti) diperlakukan seperti itu (penyajian wajar) atau diperlakukan seperti sewa guna usaha operasi yang biasa (kepatuhan hukum); dan (3) pensiun dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat berhenti bekerja (kepatuhan hukum).

TUGAS 2 - AKUNTANSI INTERNASIONAL

NAMA    : SUTIANI NOVITA
NPM       : 26210764
KELEAS : 4EB17

Dasar akuntansi yang dijadikan pedoman di Indonesia

         Di bidang akuntansi dan keuangan terutama audit di Indonesia dikenal istilah "prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia” adalah suatu istilah teknis akuntansi yang mencakup konvensi aturan, dan prosedur yang diperlukan untuk membatasi praktik akuntansi yang berlaku umum di wilayah tertentu pada saat tertentu. Prinsip akuntansi yang berlaku umum di suatu wilayah tertentu mungkin berbeda dari prinsip akuntansi yang berlaku di wilayah lain. Oleh karena itu, untuk laporan keuangan yang akan didistribusikan kepada umum di Indonesia, harus disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Sesuai standar pelaporan pertama dari atandar auditing, auditor dalam laporannya akan mengungkapkan dalam apakah laporan keuangan yang diaudit telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.


Selasa, 07 Januari 2014

Tugas 5

Paragraf Generalisasi

Negara Indonesia terkenal dengan banyaknya koruptor yang mencuri uang rakyat. Hampir setiap bulan ada kasus korupsi yang menyedot perhatian masyarakat. Selain ditingkat pejabat banyak sekali tindakan tidak jujur yang dilakukan rakyat Indonesia berupa tindakan kriminal. Maka dapat disimpulkan orang Indonesia banyak yang bertindak tidak jujur.

Paragraf Analogi

Pertumbuhan tindak kejahatan korupsi di Indonesia terus bertumbuh pesat. Baru saja ada yang tertangkap sudah muncul tersangka lain yang terus menghebohkan dunia perpolitikan Indonesia. Sama halnya seperti pepatah mati satu tumbuh seribu. Begitu juga keadaan tindak korupsi di negara ini yang terus tumbuh pesat dan merugikan banyak orang.

Paragraf Sebab - Akibat

Banyak sekali kasus penebangan hutan liar yang terjadi 10 tahun terakhir. Pemerintah sudah mengeluarkan berbagai aturan untuk menghukum para penebang liar. Namun faktanya penebangan liar terus terjadi sehingga merugikan banyak pihak. Akibat dari penebangan liar tanah tidak mampu menyerap air dengan baik dan juga tanah tidak ada lagi yang menikat. Oleh karena itu tiap datang musim hujan selalu terjadi bencana banjir dan tanah longsor.

NAMA  : SUTIANI NOVITA
NPM     : 26210764
KELAS : 4EB17

Tugas 4

Topik : Transrportasi
Tujuan : Untuk mengetahui dampak atau pengaruh penggunaan transportasi
Tema : Transportasi di Jakarta


Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Transportasi_di_Jakarta#Transportasi

Nama  : SUTIANI NOVITA
NPM  : 26210764
Kelas  : 4EB17

Rabu, 30 Oktober 2013

Tugas 3

Coba anda berikan contoh tulisan ilmiah populer, dengan topik peristiwa-peristiwa yang terjadi saat ini !

Jawaban : 


Telepon Genggam Beracun Bagi Manusia dan Lingkungan

Mulai dari proses produksi hingga akhirnya menjadi barang bekas, telepon genggam (handphone) mampu mengontaminasi manusia dan lingkungan. Lebih berbahaya lagi, polusi yang dihasilkan handphone sulit untuk dideteksi.
Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh Ecology Center dari Ann Arbor, Michigan, Amerika Serikat, dan ifixit.com. Mereka membedah 36 model handphone yang berbeda. Tiap satu model handphone setidaknya mengandung satu elemen beracun : timah, bromine, klorin, merkuri, dan kadmium.
Diketahui handphone yang paling sedikit racunnya adalah Motorola Citrus. Sedangkan yang paling "kotor" adalah iPhone 2G. Namun, catatan ini kemudian diperbaiki oleh Apple sebagai produsen iPhone. Dua varian teranyarnya, iPhone 4S dan iPhone 5 mendaji pemuncak dalam daftar lima handphone terbersih.
Meski demikian, Jeff Geargart sebagai Direktur Riset Ecology Center menyatakan, telepon terbaikpun masih penuh dengan bahan kimia berbahaya. "Bahan-bahan kimia ini, berhubungan dengan cacat lahir, gangguan belajar, dan masalah kesehatan serius lainnya, ditemukan di tanah dengan level antara 10 hingga 100 kali lebih berbahaya dari tempat daur ulang elektronik di Cina," ujar Gearhart.
Secara keseluruhan, penelitian ini melibatkan 1.106 handphone yang dibongkar dan diuji oleh tim di ifixit.com menggunakan sinar-X. Teknik ini membombardir sebuah objek dengan radiasi. Sinar radiasi yang dirilis kembali oleh objek tersebut kemudian diukur. Dari sini bisa teridentifikasi materi-meteri tertentu yang dirilis oleh si objek.
Sumber polusi dan risiko kesehatan terbesar dari handphone berasal dari bahan-bahan mineral yang digunakan, proses produksi peralatan, dan pembuangannya. Menurut Gearhart, untuk mencegah risiko lebih besar, dibutuhkan intensif agar tercipta desain elektronik konsumen yang lebih hijau.
Menurut data dari Environmental Protection Agency (EPA), AS, di tahun 2009 terdapat 2,37 juta ton peralatan elektronik yang memasuki masa "manajemen akhir hidup". Itu artinya, barang-barang tersebut sudah rusak, mati, kadaluarsa, atau tidak diinginkan lagi.
Dari sekian sampah digital, hanya 25 persen diantaranya yang masuk pasar daur ulang. "Sampah elektronik adalah masalah besar yang bisa menyebabkan bahan-bahan kimia merembes ke air minum dan meracuni lingkungan," ujar Kyle Wiens, CEO dari ifixit.com

(Sumber : Discovery News)
http://panjipawitraalaffiat.blogspot.com/2013/04/contoh-tulisan-ilmiah-populer.html

Tugas 2

Kualitas karya tulis ditentukan oleh beberapa aspek, yaitu :
a. Topik yang menarik
b. Mudah dipahami oleh pembaca
Coba anda jelaskan kedua aspek ini !

Jawaban :

a. Topik yang menarik adalah pokok pembicaraan yang menarik atau inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan. Topik yang menarik bagi penulis akan meningkatkan kegairahan dalam mengembangkan penulisannya, dan bagi pembaca akan mengundang minat untuk membacanya. Semakin menarik topik yang diangkat oleh penulis semakin besar pula minat pembaca untuk membaca tulisan tersebut, begitupun sebaliknya. 


b. Karya tulis tidak berbelit-belit, mudah dimengerti maksud inti dari penulisan tersebut, dan berfokus pada inti pembicaraan. Untuk mempermudah karya tulis agar mudah dipahami, biasanya penulis akan memecah materi menjadi beberapa sub bab tertentu.